Puasa

Dua orang pemburu burung mendaki gunung untuk memasang jala sebagai perangkap burung-burung. Dengan hati-hati mereka memasang perangkap sebelum pergi. Ketika mereka kembali, jala mereka itu sudah penuh dengan burung dara. Burung-burung itu dengan susah payah berusaha meloloskan diri dari jala yang terajut rapi itu.

Mulanya mereka begitu senang dengan banyaknya burung yang tertangkap. Namun setelah dengan cermat melihat burung-burung itu, mereka kecewa dan merasa tidak puas dengan hasil tangkapan mereka. “Burung-burung itu tidak akan laku dijual,” kata pemburu yang pertama. “Tidak seorangpun akan membeli burung-burung yang kurus seperti itu.”

Pemburu kedua menggeleng-gelengkan kepalanya. “Kita hanya perlu memberi mereka makanan, dan dalam beberapa hari burung-burung itu akan tampak cantik dan gemuk.”

Setiap hari kedua pemburu itu memberi makanan kepada burung-burung itu. Lama kelamaan burung-burung itu menjadi gemuk. Namun ada satu burung yang sama sekali tidak mau makan. Akibatnya burung-burung lainnya menjadi semakin gemuk, dan burung yang satu itu menjadi semakin kurus; ia tetap berjuang untuk keluar dari jala itu.

Pada hari ketika para pemburu itu datang untuk membawa semua burung itu ke pasar, burung dara yang menolak makanan itu sudah berhasil meloloskan diri dari jala itu dan terbang kembali ke alam bebas. Ia sendiri yang bebas.

Kazantzakis

Iklan

~ oleh jonathansilaen pada Desember 15, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: